UTS PENCAK SILAT_DICKY FATUR ROHMAN_001_20A
UTS PENCAK SILAT
NAMA : DICKY FATUR ROHMAN
NIM : 20060484001
KELAS : 20 A
JURUSAN : PENKESREK
PAKET 1
1. Sikap
Dasar Pencak Silat.
Pembentukan sikap merupakan dasar dari pembentukan gerak
yang meliputi sikap jasmaniah dan rohaniah. Sikap jasmaniah, ialah kesiapan
fisik tubuh untuk melakukan gerakan-gerakan dengan kemahiran teknik yang baik. Sikap rohaniah, ialah
kesiapan mental dan pikiran untuk melakukan tujuan dengan waspada, siaga
praktis dan efisien.
a.
Sikap berdiri.
Sikap berdiri pada pencak silat garis besamya ada tiga
sikap, antara lain :
1)
Sikap
berdiri tegak
2)
Sikap
berdiri kangkang
3)
Sikap
berdiri kuda-kuda.
1) Sikap berdiri tegak.
-
Badan
tegak lurus, pandangan ke depan, bahu, dada, perut wajar, rilex.
-
Tumit
rapat, telapak kaki membuat sudut 90 derajat.
-
Berat
badan pada kedua kaki
-
Bernafas wajar, melalui hidung.
Sikap berdiri tegak sesuai dengan sikap kedua tangan dapat dibedakan menjadi 4 (empat) sikap tegak
:
-
Sikap
tegak 1, kedua lengan dan tangan lurus di samping.
-
Sikap
tegak 2, kedua tangan mengepal berada di pinggang
-
Sikap
tegak 3, kedua
tangan mengepal di dada
-
Sikap
tegak 4, kedua tangan silang di dada
Gambar
1
Sikap berdiri tegak
Sikap tegak 1 digunakan untuk :
- Sikap slap, pada waktu berbaris
- Melakukan pemusatan diri, berdoa
- Sikap awal melakukan gerakan
Sikap tegak 2 dan 3 digunakan untuk :
- Sikap awal melakukan gerakan dasar
- Sikap awal melakukan elementer.
Sikap tegak 4 digunakan untuk :
- Sikap awal melakukan gerakan teknik
- Sikap awal melakukan sambung/bertanding
Sikap salam atau menghormat
Dari sikap tegak 1, kemudian dua telapak tangan merapat di
depan dari a disertai dengan anggukan kepala, kemudian kernbali ke sikap tegak 1 lagi.
GAMBAR
2
Sikap Salam/Menghormat
Sikap menghormat dilakukan pada waktu :
a.
Setiap
awal dan akhir pelajaran/lalihan kepada guru pelatih.
b.
Memberi
salam kepada teman.
Memakai dan mengakhiri perrnainan/pertandingan.
Sikap bersyukur/berdoa/memusatkan diri.
Merentangkan kedua lengan ke atas, pandangan ke atas
menjelang sikap berdoa rapatkan kedua tetapak tangan di atas kepala turunkan di depan dari a, tundukkan
kepala ditanjutkan sikap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sikap berdoa dapat juga dengan mengambil sikap tegak 1 tundukkan kepala ke bawah
Sikap bersyukur/Berdoa/Memusatkan Diri
Sikap istirahat
Dengan merentangkan kaki kiri ke samping, pergetangan tangan kiri dipegang tangan kanan, ibu jari melingkar. Dan sikap istirahat ke sikap tegak 1, kaki kiri dirapatkan ke kaki kanan.
Sikap istirahat ini dilakukan pada waktu mendengarkan petunjuk atau petuah guru. Konsentrasi dan indera dipasang baik-baik.
Gambar 4:
Sikap Istirahat
2)
Sikap
berdiri kangkang
Sikap berdiri kangkang adalah sikap dasar untuk langkah
dan kuda-kuda. Titik pertemuan garis-garis sikap menunjukkan fisik berat badan, agar kedua kaki sama simetris. Cara mengambil
sikap dengan :
- merentang kaki kiri ke kiri, atau merentangkan kaki kanan
ke kanan, atau
- loncatan kecil merentangkan kedua kaki langsung membentuk
sikap kangkang.
Latihan sikap berdiri kangkang, dimulai dari sikap tegak
1, melaksanakan sikap kangkang tiga cara ganti berganti pandangan tetap kemuka. kedua tangan mengepal berada
di pinggang.
3)
Sikap
berdiri kuda-kuda
Kuda adalah posisi
tertentu, sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap dan gerakan balasserang. Masalah posisi dalam pencak silat, pada hakikatnya sebagian
besar adalah masalah kuda-kuda. Banyak ragam bentuk kuda-kuda, setiap
kedudukan kaki dinamai kuda-kuda. Pada waktu melakukan
kuda-kuda keseimbangan badan penting sekali, karena bila keseimbangan bar' kita tidak benar, akan mudah jatuh, lebih-lebih bila yang menyerang itu melakukan dengan
tenaga yang kuat.
Perlu kita ketahui
adanya dua macam keseimbangan badan yaitu keseimbangan badan dalam keadaan berhenti dan dalam keadaan
bergerak. Pada keseimbanganbadan yang
bergerak itu tidaklah mungkin, dan tidaklah tepat bila
kedudukan kaki dilaksanakan sekuat-kuatnya, karena tidak akan mampu atau sukar melakukan gerak yang efektif.
Dalam sikap kuda-kuda, badan dalam keadaan seimbang; tetapi dapat mudah bergerak. Hal ini berkaitan dengan kepentingan bagi
posisi kita baik dalam keadaan berhenti, maupun dalam keadaan kita bergerak.
Sikap berdiri kuda-kuda terdiri :
a)
Kuda-kuda
depan
b)
Kuda-kuda
belakang
c)
Kuda-kuda
tengah
d)
Kuda-kuda
samping
e)
Kuda-kuda
silang, terdiri dari :
- Kuda-kuda silang depan.
- Kuda-kuda silang belakang
a)
Kuda-kuda
depan
Untuk melatih kuda-kuda depan, kita pergunakan garis 8
penjuru mata angin. Dimulai dari berdiri di tengah-tengah titik 0. Bergerak
kaki kin dulu atau kanan, berat badan dilimpahkan pada arah depan, jadi titik
berat badan berada sedikit pada kaki depan.
Gambar 6
Kuda-kuda Depan dengan Maju/mundur
Dan sikap awal tegak 2, geser kaki kanan ke depan menjadi
kuda-kuda depan, tarik kaki kanan kembali sikap semula. Geser kaki kiri ke belakang mejadi kuda‑kuda depan dengan mundur tarik
kaki kiri ke depan kembali sikap semula, sikap
tegak 2. Pada dasamya sikap kuda-kuda depan di rnulai
dari sikap awal sikap tegak 2, kemudian kaki kiri atau kaki kanan digeser ke
arah sesuai dengan arah delapan penjuru mata angin (lihat gambar 7).
Setelah kaki berhenti melangkah/bergeser titik berat
badan harus
tetap di
tengah, tidak bergoyang-goyang, kaki belakang ditekuk sedikit, tidak boleh
lurus.

Arah delapan
penjuru mata angin
b)
Kuda-kuda
belakang
Berat badan kuda-kuda belakang dilimpahkan pada kaki
belakang. Tumit yang dipakai tumpuan segaris tegak dengan panggul kita. Badan
jangan condong kebelakang atau ke depart, demikian juga jangan miring kiri atau
ke akan kaki depan menapak tumit atau ujung kaki saja. Kuda-kuda belakang
banyak terpakai, yaitu dipakai untuk mengelak, menghindar. Selain untuk
mengelak terhadari serangan lawan
kuda-kuda belakang juga berguna untuk menyerang.
Gambar 8
Kuda-kuda belakang
Serong kanan
depan
Serong kiri
depan
Samping kiri
Serong kiri
belakang
Serong kanan
belakang
Dari sikap awal sikap tegak 2, kaki kiri mundur ke
belakang membuat posisi kuda-kuda helakang, kembali ke sikap tegak 2 pada titik
0. Demikian juga bila kaki kanan mundur ke belakang membuat posisi kuda-kuda belakang. Bila mundur serong kiri belakang atau serong kanan belakang membuat posisi kuda-kuda belakang.
c)
Kuda-kuda
tengah.
Kuda-kuda tengah adalah kuda-kuda yang kuat, banyak dilakukan pada serangan atau tangkisan yang agak rendah. Pada kuda-kuda tengah keseimbangan badan ada di tengah tengah. Dan pinggang sampai kepala harus lurus dan tegak.
Pandangan ke
depan, kedua lutut segaris tegak lurus dengan ibu jari kaki kiri
dan kaki kanan.
Gambar 9
Kuda-kuda tengah
Pada dasarnya prinsip pelaksanaan sikap kuda-kuda tengah sama dengan melaksanakan kuda-kuda depan. Pada kuda-kuda depan hanya kaki, sedangkan
pada kuda-kuda
tengah lutut kuda-kudanya segaris tegak harus dengan kedua
kaki masing-inasing.
d)
Kuda-kuda
Samping.
Dari titik 0 kaki
kiri menggeser ke samping kiri. Berat badan pada kaki kiri, bahu kanan sejajar/segaris dengan kaki. Kuda-kuda ini
banyak dipakai untuk mengelak serangan menghilangkan bidang sasaran sena untuk masuk menyerang lawan memotong langkah lawan.
Gambar 10
Kuda-kuda Samping
e)
Kuda-kuda
silang.
Kuda-kuda silang
dapat dilaksanakan
yaini laug depan dan silang belakang. Berat badan dilimpahkan pada satu kaki yang lain ringan sentuhan dengan ibu ujung jari kaki. Di daerah berpasir atau berlumpur, ujung jari atau punggung kaki dapat
mengambil sikap menyerok. Pada sikap silang deposit kaki yang ringan siap untuk menendang/menjejak, tetapi lincah berpindah arah untuk
menghilangkan serangan. Pada sikap silang belakang kaki yang dipakai tumpuan
dapat untuk
menyerang. Posisi ini untuk sekali-sekali menipu lawan, kaki yang satunya dapat
berubah tempat. Sikap gerak pembelaan/serangan selalu didukung oleh sikap
kuda-kuda tertentu, maka latihan sikap kuda-kuda harus ditanamkan benar-benar. Latihan dasar kuda-kuda dilakukan dari
sikap tcgak 2.
Gambar 11
Kuda-kuda Silang
4)
Sikap Jongkok
Sikap jongkok ada dua
macam, jongkok dan jengkeng. Sikap jongkok di sini bukan
jongkok biasa, tetapi mencangkung pantat duduk pada ujung kedua tumit. Pinggang, punggung, leher dan kepala tegak lurus pandangan mata ke depan.
Keseimbangan tetap dijaga dengan baik. Kedua telapak tangan diletakkan di kedua lutut masing-masing tetapi dijaga
kewaspadaan dan kesiagaan. Jari-jari kaki dilatih juga otot-otot bahu tungkai
bawah dan sendi lutut ditambah sendi bahu. Untuk puteri kedua kaki agak merapat demikian juga sikap jengkeng.
Gambar 12
Sikap jongkok
5)
Sikap Duduk
Sikap
duduk meliputi sikap duduk pada umumnya dan sikap duduk sebagai dasar permainan bawah. Untuk permainan bawah ada 4
(empat)
sikap, yaitu : duduk, sila, simpuh, sempok/depok dan trapsila/mengorak sila. Dari sikap awal sikap tegak 2 kemudian duduk, sila atau sempok sila alasnya tegel atau ubin yang dijaga adalah ruas-ruas tulang belakang beristimewa ruas tulang
ekor. Terlalu keras ke ubin berbahaya untuk mata. Untuk latihan gerakan sikap duduk tangan kiri atau kanan membantu bila telah
lancar tanpa bantuan tangan. Sikap simpuh kedua lutut mendarat simpuh dilakukan seperti sembahyang.
Bila jari-jari
kaki ditekuk dan tumit menyangga badan.
Gambar 13
Sikap duduk
Kelima sikap tersebut, badan dan kepala tegak, pandangan lurus ke muka, jadi sederhana tetapi tetap gagah dan anggun. Waktu sila kedua kaki melipat
ular bergelung
siap melakukan belaan atau serangan kaki. Kedua lengan/tangan siap sempok/depok kaki yang di alas,
siap membela menyapu, menggunting lawan, menghalau/menjejak perut lawan.
6) Sikap Berbaring.
Sikap berbaring
mempunyai fungsi untuk dasar menjatuhkan diri dan sikap pembelaan, seorang
pesilat tidak boleh jatuh, tetapi kalau jatuh, apakah jatuhnya terlentang,
miring alau telungkup, harus benar-benar jatuhnya tidak apa-apa, masih dalam
sikap pembelaan. Pada jatuh telungkup mendarat kedua tangan dulu, jangan muka dulu, hati-hati dari a,
otot-otot lengan, tangan balm harus kuat. Memang ada pesilat yang khas bermain
bawah, langsung terlentang atau miring. Dalam hal ini dari al melakukan lipatan kaki,
sapuan, tolakan dan serangan batas an lainnya. Sikap berbaring terdiri dan :
Sikap telentang, sikap miring, dan sikap telungkup.
Gambar 14
Sikap Berbaring
Pada sikap jatuhan
telentang angkatlah, misalnya paha 90 derajat, telapak tangan kanan di dari a, tangan kanan
lurus agak serong. Lutut kaki kanan dibengkokkan, badan turun pelan-pelan,
jatuh telentang pelan-pelan. Hati-hati ruas tulang ekor dan belakang kepala.
Tungkai bawah bila paha diangkat dengan sendirinya tergantung lurus dilakukan
kiri dan kanan.
Untuk
jatuhan sikap miring, dari telentang kaki kanan yang lututnya bengkok pindahkan
melalui kaki kiri, ditekuk lutut kanannya, sedangkan tangan kanan yang di dada pindah ke pangkal paha, kaki kanan. Tangan kiri tetap menahan, dilakukan kiri dan .kanan. Tangan kiri
tetap menahan, dilakukan kiri dan kanan. Sikap telentang diawali dari sikap tegak 2. Jongkok terus
simpuh, kemudian mendaratlah kedua lengan sebatas siku membentuk segitiga. Bertumpuan pada
kedua kaki
dan kedua tangan sebatas siku. Lutut, perut dan dari jangan mengenai lantai
7) Sikap
Khusus.
Sikap khusus yang penting adalah tegak satu kaki. Dalam cerita silat terkenal, dengan nama ayam jantan emas berdiri satu kaki. Elakan burung bangau Nusantara juga disebut panccr
atas . Sikap tegak satu kaki ini merupakan dasar melatih keseimbangan yang
perlu untuk gerak pembelaan maupun serangan.
1)
Sikap khusus antara lain : sikap tegak satu kaki, sikap harimau/merangkak, sikap monyet, sikap naga dan sebagainya.
2)
Sikap harimau
dimulai dari sikap awal kuda-kuda depan, turun pelan-pelan dibantu dengan kiri.
3)
Sikap monyet, gerakannya lucu, tapi penuh serang, bela geser gesit,
terampil, serangan tidak diduga.
Gambar 15
Sikap Khusus
Gambar 16
Sikap Khusus
8) Sikap
Pasang
Pengertian sikap
pasang adalah suatu siaga untuk mhelakukan pembelaan atau serangan
yang berpola dan dilakukan pada awal serta akhir dari
rangkaian gerak. Sikap pasang mempunyai unsur-unsur : sikap kuda-kuda, sikap tubuh,
sikap lengan dan tangan. Sikap pasang merupakan sikap yang penting dalam penyajian
seni dan pertandingan pencak silat olahraga.
Ditinjau dari tinggi
rendahnya sikap tubuh, maka sikap pasang dapat dibagi menjadi tiga, yaitu : pasang atas pasang tengah, dan pasang bawah. Pasang
atas dan pasang tengah rnenggunakan
kuda-kuda atau sikar kaki sebagai berikut :
1)
kuda-kuda
depan
2) kuda-kuda
belakang
3) kuda-kuda
silang (depan dan belakang)
4) dan
sikap khusus lainnya atau menirukan binatang
5) kuda-kuda
samping
a. Sikap
Pasang Atas :
Dari berdiri sikap
tegak 4, kaki kiri maju dengan menyodorkan lengan tangan kiri ke depan, kembali
sikap tegak 4. Kemudian ganti kaki kanan maju, dengan menyodorkan lengan tangan
kanan ke depan, kembali sikap tegak 4. Selanjutnya dilaksanakan dengan maju dan mundur pandangan
tetap ke depan, dan keseimbangan tempat dijaga.
Gambar 17
Sikap Pasang (lengan knela-knela depan berputar, Silang depan k mkt
,Silang belakang)
b. Sikap
Pasang Bawah :
Sikap pasang pada pasang bawah (rendah)
salah satu lutut bertumpu di lantai. Titik berat badan lebih rendah, mendekati
bidang tumpuan. Beban lebih berat, sedangkan gerakan harus cepat dan lincah.
Sikap pasang dengan jongkok atau jengkeng, dimulai dari sikap awal tegak 2.
Gambar 18
Sikap pasang bawah























































Terima kasih penjelasannya, sangat membantu👍🏻
BalasHapusPenjelasan yg mudah dipahami dan terdapat gambar untuk mudah di mengerti , Terimakasih kak Terus semangat
BalasHapusmantab mas diki
BalasHapusBermanfaat sekali. Makasih ilmunya
BalasHapusInformasinya sangat bermanfaat kak. Terimakasih
BalasHapusBagus sekali mas diki
BalasHapusTerimakasih ilmunya,sangat bermanfaat mas🙏
BalasHapusBagus sekali gerakanya, dab deskripsi sudah lengkap
BalasHapus