PERBEDAAN PERKEMBANGAN ZAMAN PENCAK SILAT
NAMA : DICKY FATUR ROHMAN
NIM : 20060484001
KELAS : 2020 A
PENKESREK
Perkembangan Pencak Silat
A. Perkembangan pada zaman sebelum penjajahan Belanda
Para pembela diri dan pendekar mendapat tempat yang tinggi di masyarakat. Begitu pula para empu yang membuat senjata pribadi yang ampuh seprti keris, tombak, dan senjata
khusus. Pasukan yang kuat pada zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit serta kerajaan
lainnya pada masa itu terdiri dari prajurit-prajurit yang mempunyai keterampilan
pembelaan diri individual yang tinggi.
Nenek moyang kita telah mempunyai peradaban yang tinggi, sehingga dapat berkembang menjadi rumpun bangsa yang maju. Daerah-daerah dan pulau-pulau yang dihuni berkembnag menjadi masyarakat dengan tata pemerintahan dan kehidupan yang teratur.
Tata pembelaan diri di zaman tersebut yang terutama didasarkan kepada kemampuan pribadi yang tinggi, merupakan dasar dari sistem pembelaan diri, baik dalam menghadapi perjuangan hidup maupun dalam pembelaan berkelompok.
B. Perkembangan silat pada zaman penjajahan Belanda
Pemerintahan Belanda tidak memberikan kesempatan perkembangan pencak silat atau
pembelaan diri Nasional, karena di pandang berbahaya terhadap kelangsungan
penjajahannya. Larangan berlatih bela diri diadakan bahkan larangan untuk berkumpul dan
berkelompok. Sehingga perkembangan khidupan pencak silat tau pembelaan diri bangsa
Indonesia yang dulu berakar kuat menjadi kehilangan pijakan kehidupannya. Hanya dengan
sembunyi sembunyi dan oleh kelompok – kelompok kecil Pencak Silat di pertahankan.
Kesempatan-kesempatan yang dijinkan hanyalah berupa pengembangan seni atau kesenian semata-mata masih digunakan di beberapa daerah, yang menjurus pada suatu pertunjukan atau upacara saja. Hakekat jiwa dan semangat pembelaan diri tidak sepenuhnya dapat berkembang.
C. Perkembangan Pencak Silat pada pendudukan Jepang
Pencak silat sebagai ilmu Nasional yang didorong dan di kembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengorbankan semangat pertahanan menghadapi sekutu. Namun kita akui, ada juga keuntungan yang kita peroleh dari zaman itu. Kita mulai insaf lagi akan keharusan mengembalikan ilmu Pencak Silat pada tempat yang semula didudukinya dalam masyarakat kita.
D. Perkembangan Pencak Silat pada zaman Kemerdekaan
Walaupun di masa penjajahan Belanda Pencak Silat tidak diberikan tempat untuk berkembang, tetapi masih banyak para pemuda yang mempelajari dan mendalami melalui guru-guru Pencak Silat, atau secara turun-temurun di lingkungan keluarga. Jiwa dan semangat kebangkitan nasional semenjak Budi Utomo didirikan mencari unsur-unsur warisan budaya yang dapat dikembangkan sebagai identitas Nasional.
Pada tangan 18 Mei 1948, terbentuklah Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dengan
susunan pengurus besar. Kini IPSI tercatat sebagai organisasi silat nasional tertua di dunia.
• Ketua Umum : Mr. Wongsonegoro
• Wakil Ketua : Suria Atmadja
• Penulis Umum : Marijun Sudirohadiprodjo
• Bendahara : Suratno Sastroamidjojo
Sangat bermanfaat sekali , Terimakasih
BalasHapusTerima kasih atas penjelasan nya kak
BalasHapusSemangat mas diki
BalasHapusSemangat mas diki
BalasHapusSangat bermanfaat , tetap semangat
BalasHapusMantap! Sangat bermanfaat kak
BalasHapuswoww, terus semangat kak
BalasHapuswoww, terus semangat kak
BalasHapusWowww semangat kak
BalasHapusTerima kasih atas penjelasannya
BalasHapusMantapp. Sangat bermanfaat sekali kak
BalasHapusPenjelasanya mudah dipahami dan sangat bermanfaat,mantapp
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat kak, terimakasih
BalasHapusWah dapat ilmu yang bermanfaat
BalasHapusnice
BalasHapusSangat bermanfaat dan mudah dipahami
BalasHapusMakasi kak, jadi nambah ilmu
BalasHapusSingkat, jelas, dan mudah dipahami👍🏻
BalasHapusSemangat kaka
BalasHapus